<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ufoakses - Triple Play Integrated Solution</title>
	<atom:link href="http://ufoakses.co.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ufoakses.co.id</link>
	<description>Wireless Network, VoIP, VPN, Hotspot System, CCTV, Data Centre</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Jul 2011 03:05:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Ufoakses Unjuk Kemampuan di CommunicAsia 2011</title>
		<link>http://ufoakses.co.id/berita/ufoakses-unjuk-kemampuan-di-communicasia-2011/</link>
		<comments>http://ufoakses.co.id/berita/ufoakses-unjuk-kemampuan-di-communicasia-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2011 02:51:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ufoakses.co.id/?p=615</guid>
		<description><![CDATA[CommunicAsia 2011, pameran industri informasi dan komunikasi (TIK) bergengsi di wilayah Asia Pasifik, kembali digelar di Marina Bay Sands, Singapura, 21-24 Juni 2011. Sekitar 2.000 perusahaan dan 55.000 delegasi dari 100 negara berpartisipasi pada CommunicAsia 2011 yang dilangsungkan bersamaan dengan &#8230; <a href="http://ufoakses.co.id/berita/ufoakses-unjuk-kemampuan-di-communicasia-2011/">Selengkapnya <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Tiffatul-Sembiring-UFO-Akses-CommunicAsia.JPG"><img style="float: left; padding-right: 10px;" title="Tiffatul Sembiring UFO Akses CommunicAsia" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Tiffatul-Sembiring-UFO-Akses-CommunicAsia-300x202.jpg" alt="Tiffatul Sembiring UFO Akses CommunicAsia" width="300" height="202" /></a>CommunicAsia  2011, pameran industri informasi dan komunikasi (TIK) bergengsi di  wilayah Asia Pasifik, kembali digelar di Marina Bay Sands, Singapura,  21-24 Juni 2011.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar 2.000 perusahaan dan 55.000 delegasi dari 100 negara  berpartisipasi pada CommunicAsia 2011 yang dilangsungkan bersamaan  dengan Enterpris eIT 2011 dan BroadCastAsia 2011.</p>
<p style="text-align: justify;">Ajang ini  dibuka secara resmi oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Singapura,  <strong>Yaacob Ibrahim</strong>.   “Singapura tercatat sebagai satu negara yang menjadi pemimpin dalam  sektor TIK.  Berdasarkan Global IT Report World Economic Forum,  Singapura menjadi perusahaan kedua terbesar dari 138 negara yang paling  inovatif dalam memanfaatkan TIK untuk bisnis strategis.  Industri TIK  Singapura pada tahun 2010 mencatat pendapatan sekitar USD 70,93 miliar,  tumbuh sekitar 12,2 persen dibanding tahun sebelummnya,” papar Yaacob.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun ini, CommunicAsia dihadiri sejumlah peserta baru.  Selain  perusahaan skala global seperti Nokia, Nokia Siemens Network, Huawei,  NTT DoCoMo, PCCW Global, ZTE, BlackBerry, Ericsson Television, pameran  ini juga diikuti peserta baru antara lain 3M, AsiaSat, Bharti Airtel,  Conax, Dehao Electronics, FibreHome, National Instruments, Tata  Communications, VeriFone, Vislink News and Entertainment, Vu  TelePresence Inc dan Zynga.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Stand-Telkom-CommunicAsia.JPG"><img style="float: left; padding-right: 10px;" title="Stand Telkom CommunicAsia" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Stand-Telkom-CommunicAsia-300x225.jpg" alt="Stand Telkom CommunicAsia" width="300" height="225" /></a>CommunicAsia  2011 yang mengangkat tema “Shaping Vision, Creaing Reality” dan  berfokus pada tren berbasis Broadband, Cloud Computing, dan Mobile Value  Added Services ini diikuti oleh sejumlah negara seperti Belgia, China,  Perancis, Jerman, Italia, Korea Selatan, Norwegia, Singapura, Spanyol,  Inggris  dan Amerika Serikat, serta tak ketinggalan, Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa paviliun baru hadir di CommunicAsia2011, termasuk  dari  Korea dan Indonesia. Tak kurang dari 9 perusahaan Indonesia telah  berpartisipasi dalam Paviliun Indonesia dan  sekaligus menjadi Delegasi  Official RI ke CommunicAsia 2011. Perusahaan-perusahaan tersebut  diantaranya PT Telkom, Jatis, Bandung Technopark, Bamboomedia dan   Ufoakses.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang wireless connection dan  communication, pada CommunicAsia 2011, Ufoakses  memperlihatkan  kemudahan dalam instalasi IP sentral telepon atau IP PBX Briker Box  hingga teknologi Voice over Internet Protokol (VoIP), termasuk Tablet PC  dan GPS Tracking System dengan konten buatan anak bangsa.<br />
<strong><br />
<a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Ranu-Ariffudin-Alice-Chew-UFO-Akses.JPG"><img style="float: left; padding-right: 10px;" title="Ranu Ariffudin Alice Chew UFO Akses" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Ranu-Ariffudin-Alice-Chew-UFO-Akses-300x249.jpg" alt="Ranu Ariffudin Alice Chew UFO Akses" width="300" height="249" /></a>Soegiharto Santoso</strong> dari  Ufoakses mengatakan, suatu kebanggaan dapat membawa teknologi  yang dikembangkan oleh anak bangsa ke tingkat global. “Ufoakses mampu  mengundang banyak antusias pengunjung dan calon investor dalam  CommunicAsia 2011. Ini artinya, teknologi yang kami kembangkan memiliki  manfaat, nilai jual dan daya saing yang tinggi,” tambahnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tifatul Sembiring</strong>, Menteri Komunikasi dan  Informatika RI yang hadir di CommunicAsia 2011 mengatakan, CommunicAsia   merupakan peluang baik bagi Indonesia untuk mempromosikan produk TIK  serta meraih peluang bisnis baru.</p>
<p style="text-align: justify;">“CommunicAsia2011 telah menjadi ajang internasional di Asia Pasifik.  Kedepan, bukan tak mungkin Indonesia juga menjadi barometer perkembangan  TIK di tingkat Internasional, mengingat Indonesia selama ini telah  memiliki sejumlah ajang besar serupa,” kata Tifatul yang dalam  kunjungannya didamping oleh Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo, <strong>Ashwin Sasongko</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesempatan dan peluang kerjasama perusahaan-perusahaan lokal di  tingkat Internasional tentunya akan menambah semangat berinovasi dalam  industri TIK Indonesia.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ufoakses.co.id/berita/ufoakses-unjuk-kemampuan-di-communicasia-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemkominfo Sosialisasi Internet Sehat di Makassar</title>
		<link>http://ufoakses.co.id/berita/kemkominfo-sosialisasi-internet-sehat-di-makassar/</link>
		<comments>http://ufoakses.co.id/berita/kemkominfo-sosialisasi-internet-sehat-di-makassar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2011 06:26:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ufoakses.co.id/?p=598</guid>
		<description><![CDATA[Tribun Timur &#8211; Minggu, 1 Mei 2011 Program Internet Sehat dan Aman yang digulirkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama ICT Watch sebagai penggagas program, akhirnya tiba di Makassar, salah satunya melalui Seminar Internet Sehat dan Aman di pameran National &#8230; <a href="http://ufoakses.co.id/berita/kemkominfo-sosialisasi-internet-sehat-di-makassar/">Selengkapnya <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Tribun Timur &#8211; Minggu, 1 Mei 2011</em><br />
Program Internet Sehat dan Aman yang digulirkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama ICT Watch sebagai penggagas program, akhirnya tiba di Makassar, salah satunya melalui Seminar Internet Sehat dan Aman di pameran National IT EXPO 2011 (NIX), Celebes Convention Center, Rabu (4/5).</p>
<p>Seminar ini akan menghadirkan Ashwin Sasongko  (Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo),  Amir PR (Manager Produksi Online Tribun Timur), Soegiharto Santoso (Pimpinan Umum BISKOM-Mewakili Tim ICT Watch) dan <strong>M  Ranu Arifudin</strong> (Direktur Utama <strong>PT Ufoakses</strong>) sebagai moderator.</p>
<p>&#8220;Program Internet Sehat dan Aman ditujukan untuk melindungi generasi muda, karenanya masalah ini menjadi kewajiban semua pihak. Kami menilai, melalui NIX 2011, sosialisasi Internet Sehat dan Aman akan tepat sasaran karena langsung disampaikan kepada masyarakat Sulawesi Selatan khususnya di kota Makassar,&#8221; kata Ashwin Sasongko melalui siaran pers yang disampaikan panitia.</p>
<p>Pimpinan ICT Watch Donny BU menyebutkan, program ini sudah dikembangkan ICT Watch sejak delapan tahun silam. Program ini dipandang sangat efektif menumbuhan kesadaran masyarakat agar membatasi akses konten-konten negatif yang merugikan.</p>
<p>&#8220;Cara yang paling efektif dalam pencegahan akses konten negatif oleh generasi muda adalah dengan meningkatkan peran serta orang tua dan guru dalam mengawasi tingkah laku anak saat di depan komputer,&#8221;  kata Donny.</p>
<p>Sementara Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum BISKOM selaku mitra media seminar di Makassar memaparkan, banyak hal positif yang bisa dilakukan berkat akses internet. Misalnya saja untuk mencari berbagi informasi,  proses pembelajaran dan berbagi pengetahuan, menggalang dukungan, atau untuk kepentingan bisnis. Pengumpulan pengumpulan koin untuk kasus Prita yang akhirnya bebas, juga berkat media sosial internet.</p>
<p>Tapi di lain pihak, kata Soegiharto, akses internet dan bebasnya informasi dari seluruh dunia harus disertai dengan penggunaan secara bijak. &#8220;Untuk itulah kami mengundang guru dan orang tua untuk menghadiri seminar ini tanpa dikenakan biaya. Para peserta seminar akan memperoleh informasi yang bermanfaat, sertifikat keikutsertaan dan buku panduan internet sehat agar dapat diteruskan kepada para anak didik maupun keluarga,&#8221; katanya.</p>
<p>Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Sulawesi Selatan Maxsi Toto Kurniawan menyebutkan, seminar ini juga dirangkaikan dengan pameran komputer terbesar di Sulawesi Selatan, sehingga ajang ini menjadi sarana yang tepat untuk sosialisasi program pemerintah kepada masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ufoakses.co.id/berita/kemkominfo-sosialisasi-internet-sehat-di-makassar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PDF format becomes ISO standard</title>
		<link>http://ufoakses.co.id/berita/pdf-format-becomes-iso-standard/</link>
		<comments>http://ufoakses.co.id/berita/pdf-format-becomes-iso-standard/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 17:42:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ufoakses.co.id/?p=594</guid>
		<description><![CDATA[The Portable Document Format (PDF), undeniably one of the most commonly used formats for electronic documents, is now accessible as an ISO International Standard &#8211; ISO 32000-1. This move follows a decision by Adobe Systems Incorporated, original developer and copyright owner &#8230; <a href="http://ufoakses.co.id/berita/pdf-format-becomes-iso-standard/">Selengkapnya <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="pdf" src="http://enigma.web2.hubspot.com/Portals/1090/images//pdf-icon.jpg" alt="pdf" width="240" height="232" style="float:left; padding-right:10px" />The<strong> Portable Document Format (PDF)</strong>, undeniably one  of the most commonly used formats for electronic documents, is now  accessible as an ISO International Standard &#8211; ISO 32000-1. This move  follows a decision by Adobe Systems Incorporated, original developer and  copyright owner of the format, to relinquish control to ISO, who is now  in charge of publishing the specifications for the current version  (1.7) and for updating and developing future versions.</p>
<p>“By releasing the full PDF specification for ISO standardization, we  are reinforcing our commitment to openness&#8221;, says Kevin Lynch, Chief  Technology Officer at Adobe. &#8220;As governments and organizations  increasingly request open formats, maintenance of the PDF specification  by an external and participatory organization will help continue to  drive innovation and expand the rich PDF ecosystem that has evolved over  the past 15 years.”</p>
<p>PDF, a digital form used to represent electronic documents, allows  users to exchange and view the documents easily and reliably,  independent of the environments in which they are created, viewed and  printed, while preserving their content and visual appearance.</p>
<p>With the explosive growth of the Internet, PDF has become one of the  most common formats for document exchange, widely used in all  professional and personal contexts. The format enables:</p>
<ul>
<li>preservation of document fidelity independent of device or platform</li>
<li>merging of content from diverse sources</li>
<li>collaborative editing of documents using multiple platforms</li>
<li>digital signatures for authenticity</li>
<li>security and permissions to preserve control over content</li>
<li>accessibility of content to those with disabilities</li>
<li>extraction and reuse of content for use with other file formats, and</li>
<li>gathering data and integrating it with business systems using PDF forms.</li>
</ul>
<p>Major corporations, government agencies and educational institutions  use PDF to streamline their operations by replacing paper documentation  with electronic exchange. Already, over 2 000 PDF product developers use  this standard for their products and billons of PDF files are in  existence today.</p>
<p>ISO Secretary-General Alan Bryden comments: “As an ISO standard, we  can ensure that this useful and widely popular format is easily  available to all interested stakeholders. The standard will benefit both  software developers and users by encouraging the propagation and  dissemination of a common technology that cuts across systems and is  designed for long term survival.”</p>
<p>The new standard, <strong>ISO 32000-1</strong><strong><em>, Document management – Portable document format – Part 1: PDF 1.7</em></strong>,  is based on the PDF version 1.7 developed by Adobe. This International  Standard supplies the essential information needed by developers of  software that create PDF files (conforming writers), software that reads  existing PDF files and interprets their contents for display and  interaction (conforming readers), and PDF products that read and/or  write PDF files for a variety of other purposes (conforming products).</p>
<p>Future versions of the format will be published as subsequent parts  of the standard by the ISO subcommittee in charge of its maintenance and  development (SC 2, <em>Application issues,</em> of ISO technical committee ISO/TC 171, <em>Document management applications</em>).</p>
<p>ISO 32000-1<em>, Document management – Portable document format – Part 1: PDF 1.7</em> costs 370 Swiss francs and is available from ISO national member institutes (see the <a title="Participation by ISO members" href="http://www.iso.org/iso/about/iso_members.htm">complete list</a> with contact details) and from ISO Central Secretariat through the <a title="ISO 32000-1:2008, Document management - Portable document format - Part 1: PDF 1.7" href="http://www.iso.org/iso/iso_catalogue/catalogue_tc/catalogue_detail.htm?csnumber=51502">ISO Store</a> or by contacting the Marketing &amp; Communication department (see right-hand column).</p>
<p>Search unlimited free PDF ebooks, easy download or just read online visit <a title="free download ebook" href="http://pdfcrawl.com" target="_blank">Pdfcrawl.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ufoakses.co.id/berita/pdf-format-becomes-iso-standard/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bidik &#8220;Startup&#8221; di 4 Sektor Bisnis Digital</title>
		<link>http://ufoakses.co.id/berita/bidik-startup-di-4-sektor-bisnis-digital/</link>
		<comments>http://ufoakses.co.id/berita/bidik-startup-di-4-sektor-bisnis-digital/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 13:36:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ufoakses.co.id/?p=591</guid>
		<description><![CDATA[SHUTTERSTOCK JAKARTA, KOMPAS.com &#8211; Merah Putih Incubator, sebuah firma investasi yang didirikan PT Merah Cipta Media telah dibentuk untuk membantu para startup lokal dalam mengembangkan bisnisnya. Bantuan atau inveastasi meliputi dukungan infrastruktur seperti kantor dan koneksi internet), konsultasi bisnis, hingga &#8230; <a href="http://ufoakses.co.id/berita/bidik-startup-di-4-sektor-bisnis-digital/">Selengkapnya <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div id="foto1"><img src="http://kcdn4.stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/01/27/2113548620X310.jpg" alt="" width="620" /></p>
<div>SHUTTERSTOCK</div>
</div>
</div>
<div>
<p><strong>JAKARTA, KOMPAS.com</strong> &#8211; Merah Putih Incubator, sebuah firma investasi yang didirikan PT Merah Cipta Media telah dibentuk untuk membantu para <em>startup</em> lokal dalam mengembangkan bisnisnya. Bantuan atau inveastasi meliputi  dukungan infrastruktur seperti kantor dan koneksi internet), konsultasi  bisnis, hingga pendanaan.</p>
<p>Tentu ada prioritas jensi usaha yang  dilirik. CEO Merah putih Inc Anthony Liem, di Jakarta, Kamis (27/1/2011)  mengungkapkan bahwa investasi perusahaan akan difokuskan pada 4 sektor  bisnis digital. Masing-masing meliputi <em>community based, mobile platform, e-commerce</em>, dan <em>games</em>. Keempatnya dinilai yang paling cocok karakter konsumen dan gaya hidup di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Sektor <em>mobile platform</em>, misalnya, kita fokuskan karena perrkembangannya bagus. Orang sekarang banyak yang mengakses internet dari <em>handphone</em>. Orang-orang di daerah juga sudah menggunakan <em>handphone</em> untuk mengakses internet. Penetrasi <em>handphone</em> ini lebih besar dari komputer,&#8221; kata Liem.</p>
<p>Sementara itu, lanjut dia, <em>community based </em>dibidik karena sesuai dengan budaya orang Indonesia yang gemar membentuk komunitas, berkumpul, dan berbincang. Sektor <em>e-commerce </em>juga  menjadi fokus karena diperkirakan akan terus berkembang dan berpotensi  membantu penjual dalam pemperluas jangkauan penjualannya.</p>
<p>&#8220;Area seperti <em>e-commerce</em> (transaksional) dan<em> games </em>(permainan)  adalah kemajuan dari perilaku online Indonesia saat ini. Kami ingin  memastikan bahwa kita siap untuk mengantisipasi hal tersebut dengan  beberapa solusi dari kami yang berkualitas,&#8221; tandas Liem.</p>
<p>Dalam berinvestasi, Merah Putih Inc akan berbagi saham dengan pemilik bisnis <em>startup</em> serta terlibat dalam membangun konsep pengembangan bisnis. Hingga saat ini, telah ada 6 <em>startup</em> yang diinkubasi oleh Merah Putih Inc, meliputi Daily Social, Lintas Berita, Info Kost, Bolabob, Adsonit, dan KrazyMarket.</p>
<p>Untuk memilih <em>startup</em> yang akan diinkubasi, CEO Merah Putih Inc Anthony Liem mengungkapkan  akan melihat kualitasnya. &#8220;Jadi kita tidak menargetkan secara jumlahnya,  namun lebih melihat kualitas dari web yang dibuat,&#8221; papar Anthony.  &#8220;Namun, visi ke depannya, 3-5 tahun mendatang, kita berharap ada 30 <em>startup</em> yang bisa diinkubasi. Tapi tetap kita tidak hanya mengejar jumlahnya saja,&#8221; pungkas Anthony.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ufoakses.co.id/berita/bidik-startup-di-4-sektor-bisnis-digital/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Cybercrime, Kodam Jaya Gelar Pencerahan TI</title>
		<link>http://ufoakses.co.id/berita/antisipasi-cybercrime-kodam-jaya-gelar-pencerahan-ti/</link>
		<comments>http://ufoakses.co.id/berita/antisipasi-cybercrime-kodam-jaya-gelar-pencerahan-ti/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2011 08:40:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wp3/?p=556</guid>
		<description><![CDATA[Masalah kejahatan dunia maya (cybercrime) saat ini patut mendapatkan perhatian lebih dari semua pihak, karena ia berpotensi mengancam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Tentara nasional Indonesia (TNI) sebagai institusi yang memiliki tanggung jawab dalam masalah keamanan negara pun dituntut untuk &#8230; <a href="http://ufoakses.co.id/berita/antisipasi-cybercrime-kodam-jaya-gelar-pencerahan-ti/">Selengkapnya <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float: left; padding-right: 10px;" title="kodam" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/01/01.-Kodam-Jaya-300x192.jpg" alt="" width="300" height="192" />Masalah  kejahatan dunia maya (cybercrime) saat ini patut mendapatkan perhatian  lebih dari semua pihak, karena ia berpotensi mengancam kehidupan  masyarakat, bangsa dan negara. Tentara nasional Indonesia (TNI) sebagai  institusi yang memiliki tanggung jawab dalam masalah keamanan negara pun  dituntut untuk tangguh di bidang teknologi informasi (TI).</p>
<p>Untuk mempersiapkan personil TNI yang siap TI,  Kodam Jaya mengadakan  acara “Pencerahan Tentang Teknologi Informasi” bagi aparat Intelijen  dan Perwira Jajaran Kodam Jaya” di Aula A. Yani Makodam Jaya Jl. Mayjen  Sutoyo No.5 Cililitan Jakarta Timur (19/1).</p>
<p>Acara yang dibuka oleh Asisten Intelijen Kasdam Jaya, Letnan Kolonel (Inf) <strong>Suko Pranoto</strong> ini dihadiri oleh Wakil Asisten Intelijen Kasdam Jaya, Letkol (Inf) <strong>M. Amin</strong>, Kapendam Jaya, Letnan Kolonel (Inf) <strong>Ruminta</strong>, Kasandidam Jaya, Pabandya Sinteldam Jaya, Kasi Intel  Kodam Jaya, serta para Bintara Intel Kodam Jaya.</p>
<p>Letnan Kolonel (Inf) <strong>Suko Pranoto</strong> dalam sambutannya   menyampaikan bahwa dalam era TI, keamanan informasi merupakan ancaman  baru yang pada era sebelumnya belum pernah ada.  “Beberapa ancaman  terhadap keamanan informasi yang sering terjadi diantaranya adalah  Social Engeneering (kegiatan sosial) yang juga diartikan sebagai  intelijen manusia. Karenanya, ancaman keamanan informasi nomor satu  adalah manusia itu sendiri. Orang-orang yang bersentuhan dengan  informasi penting dan rahasia tersebut lah yang berpotensi untuk  membocorkannya.”</p>
<p>Potensi kebocoran informasi, tambahnya, berada pada si pembuat,  pengguna, pengolah, pendistribusi atau penyimpan informasi.  Disamping  itu ada juga Cyber Espionage yang merupakan kejahatan dalam pemanfaatan  jaringan internet untuk melakukan mata-mata terhadap pihak lain, dengan  memasuki sistem jaringan komputer pihak sasaran.</p>
<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/01/02.-Kodam-Jaya.jpg"><img style="float:left; padding-right:10px;" title="02. Kodam Jaya" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/01/02.-Kodam-Jaya-300x167.jpg" border="0" alt="02. Kodam Jaya" width="300" height="167" /></a>Dalam acara ini, hadir pula sebagai narasumber diantaranya <strong>Soegiharto  Santoso</strong> (Pengusaha TI dan Pimpinan Umum BISKOM) dan pembicara dari UFO Akses Indonesia, yakni <strong>Wahyu Suyantono</strong> dengan paparan berjudul “Executive Information System”, <strong>Imam Ridwan</strong> yang menyampaikan presentasi “Brikerbox For Communication” serta <strong>Edward</strong> dengan presentasi “Content Management System”.</p>
<p>Soegiharto mengatakan, revolusi TI telah membawa perubahan baru dalam  dunia militer Indonesia. Namun, kepentingan TI di militer tidak semata  untuk kepentingan perang.</p>
<p>“Infrastruktur TI di TNI harus bisa dipergunakan untuk meningkatkan  kesejahteraan anggota. Misalnya dengan membangun infrastruktur sistem  manajemen online yang mampu menghubungkan antar tiap-tiap  Kodim dan  tentunya masih banyak  contoh lainnya tentang efektivitas pemanfaatan TI  di lembaga Kodam Jaya,” ujar Soegiharto.</p>
<p>Melalui acara ini diharapkan jajaran Kodam Jaya dapat mengembangkan  sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri sehingga dapat memutuskan  dan mempertimbangkan sendiri kapan dan dimana TI dapat dimanfaatkan  secara tepat dan optimal termasuk implikasinya saat ini dan di masa yang  akan datang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ufoakses.co.id/berita/antisipasi-cybercrime-kodam-jaya-gelar-pencerahan-ti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

